Jumat, 18 Juli 2014

Langkah Mengkrimping

Jaringan LAN (local area network) adalah jaringan lokal yang sering digunakan dalam ruangan atau gedung seperti dalam sekolah maupun sebuah warnet. Dalam jaringan LAN umumnya menggunakan media kabel UTP sebagai penghubung jaringannya. Sekarang saya akan memberi langkah-langkah dalam mengkrimping kabel UTP. Pertama siapkan alat dan bahan berikut ini:
1. Kabel UTP, untuk panjang menyesuaikan jumlah dan jarak jaringan yang akan dibuat.
Kebel UTP merk Belden (atas) dan pilinan-pilinan kabel UTP (bawah)

2. Konektor RJ-45, jumlah juga menyesuaikan.
3. Tang krimping, untuk mengkrimping kabel ke konektor.
Tang krimping dan “pengupas” kabel UTP
4. LAN tester, untuk mengecek konektivitas kabel yang telah dikrimping.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Ukur dan potong kabel sesuai kebutuhan.
3. Kupas pelindung luar kabel dengan gunting atau pisau pemotong kabel yang disediakan di tang krimping.
4. Urutkan warna sesuai jenis kabel dan luruskan kabel, lalu samakan panjangnya dengan memotong ujung kabel.
Ada 2 jenis tipe pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 yaitu type straight dan tipe cross.
a. Tipe Straight
Tipe Straight artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA 568B. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara 2 perangkat jaringan yang jenisnya berbeda, misalnya PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke Hub dan PC ke Hub.
b. Tipe Cross
Pada tipe ini ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA 568A dan ujung yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA 568B dan digunkan untuk menghubungkan  2 perangkat jaringan yang jenisnya sama, misalnya  PC ke PC, Switch/Hub ke Switch/Hub, dan PC ke Router.
5. Tancapkan kabel ke konektor RJ-45 dengan posisi bagian konektor yang terdapat tembaga berada di atas. Urutan kabel dimulai dari kiri ke kanan. Tancapkan hingga semua ujung kabel pas hingga ke ujung konektor.
6. Pastikan pas, lalu masukkan konektor yang telah ditancapi kabel ke tang krimping. Tekan tang hingga berbunyi “klik”.
7. Setelah itu bisa tes dengan LAN tester. Bila kabel straight maka nomor yang muncul pada kedua sisi lampu indikator akan menyala berurutan dan pada nomor yang sama. Bila kabel cross maka no yang berpasangan adalah 1&3, 2&6, 3&1 dan 6&2.
Sumber:

Langkah Install Joomla

1. buka terminal anda,Masuk ke root / aktifkan root cara nya:

sudo su
masukan pasword komputer anda tekan enter

2. Masuk ke change directory /var/www/

cd /var/www/

3.Download Joomla melalui terminal Caranya : masuklah ke situs Joomla resmi alamat nya ini :  http://www.joomla.org/download.html

Pilih Versi nya, arahkan kursor ke download Joomla , pastikan dibawah ada alamat ,klik kanan copy link location:

masuk ke terminal ketik wget lalu paste alamat download Joomla caranya tekan ctrl+shift+v

wget http://joomlacode.org/gf/download/frsrelease/19007/134333/Joomla_3.2.1-Stable-Full_Package.zip

tekan enter
Tunggu sampai selesai mendownload.

4. lihat sudah terdownload apa belum caranya:
ketik ls

ikuti Langkah berikut copy lalu paste diterminal anda

 apt-get install php-xml-parser php5-intl php5-sqlite smbclient curl libcurl3

 /etc/init.d/apache2 restart

5. Buat database baru caranya :

mkdir (nama directory)
Contoh : mkdir Joomla
ls: untuk melihat isi directory

6. Pindah kan directory download nya ke folder/database Joomla

Pastikan anda masih di /var/www/.
Cara nya:

mv Joomla_3.2.1-Stable-Full_Package.zip  /var/www/Joomla

tekan enter


masuk ke cd /var/www/Joomla caranya:

cd /var/www/Joomla/

Lalu tekan enter, ketik ls untuk melihat hasilnya

7. Ekstrack file Joomla yang format nya zip caranya

unzip  Joomla_3.2.1-Stable-Full_Package.zip
tekan enter , tunggu sampai selesai

8. Kembali ke change directory /var/www/ caranya:

cd ..

( untuk turun 1 tingkat )

9. Lakukan langkah langkah berikut:

 chown -R www-data:www-data /var/www/Joomla/

lalu tekan enter

chmod 755 /var/www/Joomla

lalu tekan enter

10. Buat database mysql sesuaikan nama directory yang telah dibuat:
contoh klik database buat database misal : Joomla lalu create




11 . Buka web browser kamu lalu ketik ip address kamu melalui url slas Joomla
contoh: 192.168.12.26/Joomla atau localhost/Joomla ,lalu tekan enter

setelah dienter akan muncul seperti gambar dibawah ini:
12. Pendaftaran Joomla :

a. Configuration
isikan kolom dengan lengkap pindah ke yes lalu klik next:
b. Database
isikan kolom dengan lengkap: pastikan database tipe di mysql,
masukkan username dan pasword phpmyadmin anda

c. Over view,  overview klik yes saja


rool bawah pastikan pree installation yes semua:
12. install

a. kalau sudah klik install
b. kalau sudah klik install akan muncul tampilan berikut:
c. lalu klik remove installation folder kalau sudah klik administrasion akan muncul tampilan sign in Joomla:
d. masukan username dan paswordnya yang di tulis di database tadi ,klik sign in

kalau sudah masuk dan berhasil hasil nya seperti ini:

        Kunjungi link ini untuk penjelasan lebih lengkap tentang Joomla:

Kamis, 17 Juli 2014

Langkah Installasi DNS (Domain Name Server)

1. Pastikan hostname sudah benar :

  # hostname




 # hostname -f




 Apabila belum benar edit : /etc/host maka lakukan perintah dibawah:
  # vi /etc/hosts




  127.0.0.1       localhost
  127.0.1.1       kpliklaten20.edu       server20
  192.168.12.20   kpliklaten20.edu       server20

  Kemudin edit juga : /etc/hostname




 Kemudian ketikkan :kpliklaten20.edu

 Kemudian REBOOT


2. Install BIND dengan perintah : # sudo apt-get install bind9



Jika bind9 Failid cari saja solusinya di http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=1375580

3. Konfigurasi Cache NameServer
Agar server bisa terkoneksi dg internet edit : /etc/bind/named.conf.options, dengan perintah seperti dibawah ini:

  # vi /etc/bind/named.conf.options




Hilangkan tanda // dan isi dg DNS google

  forwarders {
            8.8.8.8;
            8.8.4.4;
  }; 





Restart bind : /etc/init.d/bind9 restart

 

Cek pastikan server sudah terkoneksi ke google.com

# ping google.com




4. Configure Primary/Master Nameserver
   Untuk menambahkan DNS Forward dan Reverse resolution pada bind9, edit /etc/bind9/named.conf.local.Misal, nama domain kita : kpliklaten.edu dengan IP : 192.168.12.20

# vi /etc/bind/named.conf.local




    zone "kpliklaten16.edu" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.kpliklaten16.edu";
    };
    zone "12.168.192.in-addr.arpa" {
            type master;
            notify no;
            file "/etc/bind/db.16";
    };


5. Buat DNS Forward pada Master DNS Server
Copy /etc/bind/db.local ke /etc/bind/db.kpliklaten16.edu dengan perintah dibawah:
# sudo cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.kpliklaten16.edu




# vi /etc/bind/db.kpliklaten16.edu


       
    ;
    ; BIND data file for local loopback interface
    ;
    $TTL    604800
    @       IN      SOA     ns.kpliklaten16.edu. root.localhost. (
                                  2         ; Serial
                             604800         ; Refresh
                              86400         ; Retry
                            2419200         ; Expire
                             604800 )       ; Negative Cache TTL
    ;
    @   IN  NS  ns.kpliklaten16.net.
    kpliklaten16.edu.    IN      MX      10      mail.kpliklaten16.edu.
    ns  IN  A   192.168.12.16
    www IN  A   192.168.12.16
    mail IN A   192.168.12.16






6. Buat Reverse Resolution for Primary/Master NameServer
 Copy file /etc/bind/db.127 ke /etc/bind/db.16 dengan perintah dibawah ini:
 # cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.16

  

Edit file hasil kopian : /etc/bind/db.16 dengan perintah dibawah ini:
 # vi /etc/bind/db.16


    ;
    ; BIND reverse data file for local loopback interface
    ;
    $TTL    604800
    @       IN      SOA     ns.kpliklaten16.edu. root.localhost. (
                                  1         ; Serial
                             604800         ; Refresh
                              86400         ; Retry
                            2419200         ; Expire
                             604800 )       ; Negative Cache TTL
    ;
    @    IN  NS  ns.
    83   IN  PTR ns.kpliklaten16.edu.
    70   IN  PTR mail.kpliklaten16.edu.
    80   IN  PTR www.kpliklaten16.edu.



   
7. Jalankan DNS Server yang telah anda buat dengan perintah dibawah ini:
 # /etc/init.d/bind9 restart



8. Ganti DNS Nameservers pada PC klien ke sever DNS yg telah kita buat : 192.168.12.16 
    # vi /etc/network/interfaces



   
9. Ubah settingan menjadi IP static dan tambahkan dns-nameservers 192.168.12.16



  10.Ganti name server dengan IP kita 
       # vi /etc/resolv.conf

11. Ketiikan nameserver 192.168.12.16 

12. Restart agar perubahan dapat tersimpan dan berjalan. 
      # /etc/init.d/networking restart
13. Test DNS yg telah kita buat dengan memanggil kpliklaten16.edu lewat browser.


14. Atau ketiikan alamat dari IP kita yaitu 192.168.12.16 maka akan muncul tampilan Apache Ubuntu Default jika konfigurasi yang kita lakukan sudah benar .


Sumber : http://dwicahyati31.blogspot.com/2014/07/blog-post_11.html

Pengertian Jaringan

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer adalah[1] agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).[1] Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.[1]
Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana.[2]: Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan interkoneksinya.[2]


Sejarah

ini model Distributed 
Processing
 
Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken.[3] Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama.[3] Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian.[3]
Kemudian pada tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System).[4] Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan.[4] Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer.[4] Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.[4] Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969.[5] Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET.[5] Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.[5] Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing).[3] Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer.[3] Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.[3]

Ini adalah Model Time Sharing System (TSS)
 
Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET.[5] Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”.[5] Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.[5] Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet.[5] Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet).[5] Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.[5] Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.[5] Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.[5]
Peta logika dari ARPANET
Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979.[6] Tahun 1981, France Telecom menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link.[6]
Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan.[6] Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini.[6] Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.[6]
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS.[5] Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih.[5] Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih.[5]
Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau lebih dikenal dengan IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ).[6] Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat.[6] tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan.[6] Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah programe penyunting dan penjelajah yang dapat menjelajai komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan.[6] Programe inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web.[6]
Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992.[5] Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah).[5] Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs.[5] Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0.[5]

Klasifikasi

Contoh model jaringan Klien-Server
Klasifikasi jaringan komputer terbagi menjadi :
  1. Berdasarkan geografisnya, jaringan komputer terbagi menjadi Jaringan wilayah lokal atau Local Area Network (LAN), Jaringan wilayah metropolitan atau Metropolitan Area Network (MAN), dan Jaringan wilayah luas atau Wide Area Network (WAN).[7][8] Jaringan wilayah lokal]] merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau tempat yang berukuran sampai beberapa 1 - 10 kilometer.[7][3] LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan stasiun kerja (workstation) dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya pencetak (printer) dan saling bertukar informasi.[3] Sedangkan Jaringan wilayah metropolitan merupakan perluasan jaringan LAN sehingga mencakup satu kota yang cukup luas, terdiri atas puluhan gedung yang berjarak 10 - 50 kilometer.[8][7] Kabel transmisi yang digunakan adalah kabel serat optik (Fiber Optic).[8] Jaringan wilayah luas Merupakan jaringan antarkota, antar propinsi, antar negara, bahkan antar benua.[8] Jaraknya bisa mencakup seluruh dunia, misalnya jaringan yang menghubungkan semua bank di Indonesia, atau jaringan yang menghubungkan semua kantor Perwakilan Indonesia di seluruh dunia.[8] Media transmisi utama adalah komunikasi lewat satelit, tetapi banyak yang mengandalkan koneksi serat optik antar negara.[8]
  2. Berdasarkan fungsi, terbagi menjadi Jaringan Klien-server (Client-server) dan Jaringan Ujung ke ujung (Peer-to-peer).[8] Jaringan klien-server pada ddasaranya ada satu komputer yang disiapkan menjadi peladen (server) dari komputer lainnya yang sebagai klien (client).[8] Semua permintaan layanan sumberdaya dari komputer klien harus dilewatkan ke komputer peladen, komputer peladen ini yang akan mengatur pelayanannya.[8] Apabila komunikasi permintaan layanan sangat sibuk bahkan bisa disiapkan lebih dari satu komputer menjadi peladen, sehingga ada pembagian tugas, misalnya file-server, print-server, database server dan sebagainya.[8] Tentu saja konfigurasi komputer peladen biasanya lebih dari konfigurasi komputer klien baik dari segi kapasitas memori, kapasitas cakram keras {harddisk), maupun kecepatan prosessornya.[8] Sedangkan jaringan ujung ke ujung itu ditunjukkan dengan komputer-komputer saling mendukung, sehingga setiap komputer dapat meminta pemakaian bersama sumberdaya dari komputer lainnya, demikian pula harus siap melayani permintaan dari komputer lainnya.[8] Model jaringan ini biasanya hanya bisa diterapkan pada jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, maksimum 25, karena komunikasi akan menjadi rumit dan macet bilamana komputer terlalu banyak.[8]
  3. Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas[3]:
    1. Topologi bus
    2. Topologi bintang
    3. Topologi cincin
    4. Topologi mesh
    5. Topologi pohon
    6. Topologi linier
  4. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
    1. Jaringan terpusat
      Jaringan ini terdiri dari komputer klien dan peladen yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer peladen.[9]
    2. Jaringan terdistribusi
      Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer peladen yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.[9]
  5. Berdasarkan media transmisi data
    1. Jaringan berkabel (Wired Network)
      Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.[9] Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.[9]
    2. Jaringan nirkabel(Wi-Fi)
      Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.[9] Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.[9]
Lihat pula
Referensi
  1. ^ a b c d e Pengertian Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  2. ^ a b Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 27 Mei 2011)
  3. ^ a b c d e f g h i Sejarah Jaringan Komputer {Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  4. ^ a b c d Sejarah Perkembangan Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s Teknik Informatika (Diakses pada tanggal 26 Mei 2011)
  6. ^ a b c d e f g h i j k Latarbelakang dan Sejarah Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 27 Mei 2011)
  7. ^ a b c Pengertian LAN,MAN,WAN (diakses pada tanggal 28 Mei 2011)
  8. ^ a b c d e f g h i j k l m Klasifikasi Jaringan Komputer (Diakses pada tanggal 29 Mei 2011)
  9. ^ a b c d e f Politeknik Sukabumi (Diakses pada tanggal 2 Juni 2011)
 
 Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer